Minggu, 25 Desember 2011

Pesan Perdamaian



”Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya. Setiap orang berhak atas kebebasan dan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.”

Kutipan ayat dari Undang-Undang 1945 pasal 28E di atas, tentu tidak berangkat dari ruang yang kosong. Tersirat pesan penting agar segera dipecahkan dan dikompromikan. Melaui semangat toleransi, pesan Undang-Undang tersebut seyogyanya dapat diwacanakan di masyarakat, guna meminimalisir  kekerasan atas nama agama yang akhir-akhir ini semakin marak terjadi, serta berusaha meleburkan pemahaman antar umat beragama secara toleran dan berkemanusiaan.

Menutup jalan dialog dengan menjalankan kehidupan beragama secara eksklusif cendrung melahirkan perbedaan. Respon yang berdasarkan kapasitas dan pengetahuan, menunjukkan bahwa manusia bebas memilih keyakinan dan sikap keagamaan yang kelak dimintai pertanggungjawaban. Dalam kajian lintas agama yang dilakukan oleh banyak pemikir kontemporer dunia menunjukkan, bahwa semua agama yang berbeda dan beragam sesungguhnya memiliki hubungan satu sama lain, keterkaitan, titik temu bahkan kesatuan, karena berasal dari Tuhan yang Esa.

Oleh karena itu, dalam kehidupan beragama, dialog adalah peluang bagi terwujudnya pemahaman yang toleran serta ruang dalam menciptakan perdamaian. Dialog yang sejati akan membawa harapan baru bagi manusia. Ketika orang menemui jalan buntu dan atau tidak mempunyai harapan lagi, dialog membuka kemungkinan-kemungkinan baru. Dengan dialog juga, memungkinkan warga membangun suatu masyarakat yang harmonis berdasarkan nilai kebenaran, keadilan, kasih, dan kebebasan. Dialog membuka ruang untuk memelihara dan mengembangkan relasi yang benar (right relationship) antara pencipta, sesama, diri sendiri, dan alam-lingkungan.

Dalam Al Qur’an sendiri telah ditegaskan, bahwa Nabi tidak diutus kecuali untuk mengemban misi penyebaran kasih sayang universal. Kasih sayang Islam tidak hanya dikhususkan untuk kaum Muslimin, namun juga dapat dirasakan oleh seluruh makhluk di muka bumi. QS. Al Anbiya’ (21): 107.

Habis nyuci banyak ni, Griya Apem.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar