Rabu, 05 Maret 2008

Teori Segitiga Cinta (Theory of Love Triangel)


Menurut Stenberg (1986), Dalam cinta, paling tidak didalamnya selalu terdapat tiga unsur. Intimacy, Passion dan commitmen.(Knox, 1988: hal 35-38) intimacy merupakan puncak dalam teori segitiga Cinta, adalah : menyambungkan atau menghubungkan emosional dua orang pasangan antara satu sama lain, sehingga pasangan merasa terikat dalam kontek emotional.

Passion adalah bagian yang berada di sebelah kiri dalam teori segitiga cinta, yaitu : usaha agar pasangan romanstis dari aspek jasmaniyahnya, pasangan menunjukkan kemesraan dari segi fisik (bergandengan, Bercanda, dll). Commitmen adalah merupakan bagian kanan dari teori segitiga cinta, yaitu hasrat untuk mempertahankan hubungan, ini adalah merupakan aspek cognitive dalam hubungan cinta, yang dua orang pasangan selalu mencoba untuk sadar mengkontrol hubungan mereka. Jika Di gambarkan, Maka Teori Segitiga Cinta adalah sebagai berikut:


Dari tiga unsur diatas, kemudian muncul bermacam-macam hal dalam hubnungan cinta :
(1) Bukan cinta (Non Love): jika meniadakan tiga komponen diatas, akibatnya sama sekali tak ada gairah yang timbul. Dan akibatnya Dalam hal ini, maka hubungan dengan orang, yang selalu ada dalam lingkungan sehari-hari tidak akan begitu berarti, karena interaksinya hanya bersifat sepintas saja, tidak memiliki komponen gairah, keintiman dan komitmen.
(2) Persahabatan (Liking/Friendship), jika memunculkan unsur Intimacy tapi kurang dari passion dan commitmen, poin ini adalah salah satu komponen emosi yang hanya ada perasaan suka, bukanlah cinta, dan hanya memiliki komponen keintiman, dekat dan merasa nyaman bersamanya. Dan akan timbul perasaan merasa cocok, nyambung bila diajak ngobrol dan selalu merasa mendapatkan keuntungan bila bersama dengannya. Tapi sama sekali tidak ada gairah atau bahkan malah komitmen. Hanya suka saja, bukan sebagai cinta. Cinta ini sering dialami ABG dengan sebutan “seperti adik/kakak” . Cinta tipe ini biasa dikenal juga sebagai rasa sayang yg dimiliki oleh dua orang sahabat.
(3) Ketergila-gilaan (Infatuation Love), ika pengalaman passion dimunculkan tanpa intimacy atau komitmen, dalam poin ini, jika seseorang merasa dalam ubunganya terdapat gairah, yang timbul tanpa keintiman dan komitmen, biasanya cinta yang terjadi pada pandangan pertama, hal ini akan sering dialami bagi seseorang yang sulit menjaga pandangan mata, Cinta ini dikenal dengan nama cinta monyet. Seorang yg mengalami cinta jenis ini akan merasa makan tak enak tidur tak nyenyak padahal dia mungkin baru saja mengenal sang pujaan hati yang si pelaku sendiri bahkan seringkali tidak tahu mengapa dia bisa bersifat dan berlaku begitu.
(4) Cinta kosong (Empty Love), jika dalam hubungan kurang dari dua unsur yakni intimacy dan passion tapi hanya komitmen untuk mencintai orang lain, ada unsur komitmen, tetapi kurang intim dan kurang gairah. Hubungan yang lama akan semakin membosankan. Biasanya terjadi pada suami-istri yang tidak bisa menjaga keharmonisan, kemesraan bersama pasangannya. Mereka hanya bertahan karena komitmen menjaga pernikahan tetap utuh, tapi keintiman mereka semakin menipis, gairah mereka pun semakin berkurang dari hari ke hari. Cinta jenis ini berbahaya, karena menyimpan bom waktu. Pasangan yang mengalami cinta type ini adalah mereka yang hanya menikah karena sudah seharusnya menikah dan dijodohkan. Walaupun tak ada intimacy dan passion, namun pasangan-pasangan jebot itu ternyata mampu bertahan puluhan tahun (bahkan sampai masing2 meninggal) karena mereka memiliki commitment.
(5) Cinta Romantis (Romantic Love), hubungan intim yang menggairahkan tetapi kurang komitmen sehingga pasangan yang jatuh cinta romantis ini terbawa secara fisik dan emosi, tetapi tidak mengharapkan hubungan jangka panjang. Cinta jenis ini harus dihindari karena hanya dimotivasi oleh perasaan nafsu syahwat saja. Hubungan intim yang dijalani hanya sebatas perasaan ingin menikmati fisik saja, ingin merasa aman secara emosi tapi tidak mau diikat oleh ikatan perkawinan.
(6) Companionate Love, hasil dari komponen keintiman dan komitmen tanpa adanya gairah cinta. Dalam perkawinan yang lama tidak akan menggairahkan secara fisik lagi. Hubungan cinta jenis ini adalah hubungan ketika sebuah pasangan suami istri tidak lagi menjadi gairah sebagai unsur utama pada jalinan kasih sayang mereka. Tapi lebih pada melanggengkan hubungan yang nyaman, saling menguatkan, dan memberi dukungan hidup. Fisik tidak lagi menarik, tidaklah menjadi suatu yang salah atau bahkan dicela. Namun, justru itu menjadi sesuatu yang alami dan harus dijalani. Tipe cinta ini adalah salah satu jenis cinta juga yang bisa membawa sepasang manusia untuk memutuskan menikah. Pasangan ini, baik dua-duanya atau salah satunya, tak mengalami makan tak enak dan tidur tak nyenyak. Dia merasa hubungan hanya seperti dua orang sahabat atau kakak-adik saja. Namun sedikit melangkah lebih jauh, mereka berani memutuskan untuk menikah dan hidup bersama. Cinta jenis ini sering juga dimiliki oleh dua orang sahabat yg kemudian meng-upgrade cinta-nya dari tipe friendship menjadi compationate love.
(7) Cinta Buta (Fatous Love), mempunyai gairah dan komitmen tetapi kurang intim, dimana cinta ini sulit dipertahankan karena kurang adanya aspek emosi. Cinta jenis ini sangat labil. Mudah diterpa godaan dan juga mudah disapu angin topan. Kekurang-intiman bisa disebabkan banyak hal, salah satunya mungkin pada aspek banyaknya ketidakcocokan antara kedua belah pihak. jenis cinta yg merupakan gabungan dari passion dan commitment. Pasangan yg selalu tidak cocok, berkelahi dan cek-cok setiap hari namun tetap mempertahankan hubungannya. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka mempunyai cinta jenis ini.
(8) Cinta yang Sempurna (Consummate Love), yaitu cinta yang tersusun atas komponen keintiman, gairah dan komitmen. Cinta ini komplit, lengkap dan paling sempurna. Pasangan yang memiliki cinta jenis ini akan mendapatkan keindahan cinta. Tapi bukan berarti tak ada persoalan atau konflik. Konflik tetap saja ada, namun hanya berbeda pada aspek solusinya saja. Pasangan ini adalah pasangan yg tetap mesra dan tetap merasakan nikmatnya bercinta walaupun setelah menikah bertahun-tahun. Mereka tetap merasakan bahwa tidak ada lagi orang yg bisa membuatnya bahagia kecuali pasangannya. Cinta ini dalah tipe cinta yg ideal menurut Sternberg namun juga butuh usaha untuk menjaganya. Sebagian pasangan mengalami kelunturan pada komponen passion sehingga cinta mereka berubah dari consummate love menjadi compationate love.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar